Wednesday, July 18, 2018

Bagaimana fase pengusaha dan mindset pengusaha yang perlu dibangun?


Beberapa hari yang lalu saya berbincang dengan salah satu pengusaha bandung dibidang IT yaitu Kang Novi Setia Nurviat owner Inovindo group, beliau adalah seorang pengusaha sukses di bidang web developer, dan telah berkecimpung didunia bisnis selama 8 tahun.  Lalu bagaimana fase-fase yang dilalui sebagai seorang pengusaha dan mindset apa yang harus dilakukan sebagai seorang pengusaha.

Bisnis mempunyai usianya, usia bisnis pada tahun-tahun pertama biasanya owner belum bisa mendapatkan hasil sama sekali, biasanya modal owner habis digunakan untuk pengembangan bisnis dan pengembangan ilmu owner itu sendiri.

Tahun-tahun pertama selalu mengevaluasi kesalahan-kesalahan yang dibuat sehingga bisa menjadi sebuah sistem. Tahun pertama adalah tahun dimana kita harus bisa survive untuk menghidupi keluarga..

Lalu setelah lima tahun adalah sebuah adalah masa dewasa untu mental owner itu sendiri dan masa usia bisnis itu sudah berjalan mulai dewasa. Jadi usia bisnis tersebutadalah dimana bisnis sudah mempunyai karyawan, konsumen sudah mengenal baik bisnis kita.

Pada 10 tahun pertama biasanya bisnis akan aoutopilot. Autopilot adalah dimana bisnis tersebut sudah mempunyai sistem yang baik dan berjalan lancar. Namun disini ada dua mata pisau dimana jika pengelolaan bisnisnya tidak berjalan lancar oleh owner biasanya bisnisnya akan bangkrut dikarenakan berubahnya gaya hidup dari owner itu sendiri. Namun jika pengelolaan yang baik biasanya bisa berkembang untuk ekpansi pasar untuk produk itu sendiri maupun membuat produk yang baru .

Lalu bagaimana seharusnya mindset seorang pengusaha :

  1. Ubah kegagalan sebagai modal untuk menemukan cara yang benar.
  2. Apapun yang aktifitas yang dilakukan adalah sebuah investasi jangka panjang.
  3. Selalu Konsistensi dalam produk jangan berubah keproduk yang lain apabila produk tersebut belum matang
  4. Owner harus kuat mental dalam mengahadai semua tantangan
  5. Selalu yakin kepada Allah bahwa apabila berda dijalan yang benar pasti dimudahka.
     
    Jadi kesimpulannya adalah usaha ada masanya dan kita harus selalu siap melalui fase tersebut dan pastikan mindset kita selalu optimis bahwa semua akan indah pada waktunya

Wednesday, July 11, 2018

Bagaimana strategi untuk mendapatkan market share

Strategi apa yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan pangsa pasar?


Perusahaan meningkatkan pangsa pasar melalui inovasi, memperkuat hubungan pelanggan, praktik perekrutan yang cerdas, dan memperoleh pesaing.

Pangsa pasar sebuah perusahaan adalah persentase yang dikendalikannya dari total pasar untuk produk dan layanannya. Pangsa pasar dihitung dengan mengukur persentase penjualan atau persentase unit yang dimiliki perusahaan di pasar secara keseluruhan. Menggunakan persentase metode penjualan, jika sebuah perusahaan memiliki $ 1 juta dalam penjualan tahunan dan total penjualan untuk tahun ini dalam industrinya adalah $ 100 juta, pangsa pasar perusahaan adalah 1%. Berdasarkan metode persentase unit, perusahaan yang menjual 50.000 unit per tahun dalam industri di mana 5 juta unit terjual per tahun juga memiliki pangsa pasar 1%.


Pangsa pasar yang lebih tinggi menempatkan perusahaan pada keunggulan kompetitif. Perusahaan dengan pangsa pasar yang tinggi sering menerima harga yang lebih baik dari pemasok, karena volume pesanan mereka yang lebih besar meningkatkan daya beli mereka. Juga, peningkatan pangsa pasar dan produksi yang lebih besar berjalan beriringan, dengan yang terakhir mengurangi biaya perusahaan untuk menghasilkan unit individu karena skala ekonomi.

1. Inovasi

Inovasi adalah salah satu metode di mana perusahaan dapat meningkatkan pangsa pasar. Ketika sebuah perusahaan membawa ke pasar teknologi baru yang belum ditawarkan oleh pesaingnya, konsumen yang ingin memiliki teknologi membelinya dari perusahaan itu, bahkan jika mereka sebelumnya melakukan bisnis dengan pesaing. Banyak dari konsumen tersebut menjadi pelanggan setia, yang menambah pangsa pasar perusahaan dan mengurangi pangsa pasar bagi perusahaan tempat mereka beralih.

2. memperkuat hubungan pelanggan,

 perusahaan melindungi pangsa pasar mereka yang ada dengan mencegah pelanggan saat ini dari melompat kapal ketika pesaing meluncurkan penawaran baru yang panas. Lebih baik lagi, perusahaan dapat mengembangkan pangsa pasar menggunakan taktik sederhana yang sama, karena pelanggan yang puas sering berbicara tentang pengalaman positif mereka kepada teman dan keluarga yang kemudian menjadi pelanggan baru. Mendapatkan pangsa pasar dari mulut ke mulut meningkatkan pendapatan perusahaan tanpa kenaikan biaya pemasaran secara bersama

Benchmark is great but be like is dissaster

Kebanyakan dari kita berpikir bahwa merk/brand besar itu bisa instan menjadi seperti saat ini. tp pd kenyataannya bisnis besar membutuhkan waktu yg lama utk mengamati jejak potensi bisnis dan sistem dr kompetitor mereka yg sdh ada sebelumnya dan mengambil peluang dari kekurangan kompetitor.
Dari pengalaman saya Brand besar tidak akan pernah berhenti berpikir tentang continous improvement dari inovasi produk yang akan mereka keluarkan kepada pasar agar mereka menjadi berbeda dari kompetitor mereka.
Benchmark is great, but be like is dissaster