Aku hanyalah sebuah manifestasi Tuhan yang didatangkan kebumi dengan tujuan.
Aku hanyalah seorang manusia yang tak sempurna yang memiliki beribu-ribu peluang yang tak terbatas namun didalam raga yang terbatas.
Batasanku ringkih dalam raga yang berdiri beratus ratus hari, menopang dengan kaki, bekerja dengan keringat, berpikir tanpa henti, dan berjalan dengan hati.
Lalu kesadaran pikiranku saat ini apa ? Kesadaranmu saat ini adalah, kamu seorang Ayah. Jabatan yang tak perlu dibeli, jabatan yang akan datang sendiri dan tak bisa kau hindari.
Tapi aku lelah ?
koalisikan hatimu, copot idealismemu, dan jadikan ideologimu sebagai pemersatu hati dengan buah hati, pasangan dan hati dengan agamamu.
Mungkin mereka menyematkan bermacam" persepsi terhadapku?...
tak apa..! Karena itu adalah resikomu menjadi seorang ayah, resiko yang berubah-ubah dan bahkan bertolak belakang dengan pikiran mereka. Bukankah magnet akan saling berdampingan jika berbeda polarnya.
Dekatilah, sayangilah mereka karena itu yang akan menjadikan perjuanganmu sempurna.
Apakah pengorbananku sia-sia?
Pengorbananmu tak akan sia-sia jika cerminan jiwamu terpancar dalam kebahagiaan buah hatimu, istrimu, dan seluruh keluargamu.
Karena jika engkau telah tiada, pengorbananmu akan menjadi kenangan alam semesta.
-andri-