saya terinspirasi betul bahwa sahabat-sahabat nabi memiliki keutamaan keutamaan sifat sifat yang luar biasa salah satunya adalah Utsman bin Affan beliau memiliki sifat-sifat yang mulia dan ini menjadi idola bagi saya untuk bagaimana merubah sifat saya yang saat ini bertolak belakang dengan sifat tersebut namun bisa menjadi patokan saya untuk menjadi lebih baik kedepan.
Pendiam
Pendiam, adalah karakter Utsman bin Affan, Itulah mengapa Utsman dijuluki sebagai “ Dzun Nurain ” lelaki yang memiliki dua cahaya, dan ini menandakan bahwa sang Mertua (Rasulullah) percaya bahwa Utsman bin Affan adalah orang yang telah dipercaya dalam membimbing putri putri Beliau.
Dari sifat pendiam ini mengantarkan beliau menghindari dialog yang mengundang perdebatan panjang ataupun berbicara pada hal yang hanya mengandung kesia-siaan. selama hidupnya, Utsman bin Affan hanya berbicara pada sesuatu yang benar benar penting dan mengandung kemaslahatan.
Pemalu
Dari sifat Pendiam-nya, Utsman bin Affan dikenal sebagai sosok lelaki yang Pemalu. Sampai-sampai, malaikat pun segan terhadap dirinya. Tak heran jika dalam sebuah riwayat dari Aisyah dikatakan bahwa ketika Nabi SAW sedang berbaring, beliau menyambut Abu Bakar dengan menjawab salamnya dalam posisi yang tetap berada di atas tempat tidur, tetapi bagian gamisnya sedikit terangkat, sehingga menampakkan sebagian betisnya.
Usai berbincang-bincang, Abu Bakar pun pamit. Tak lama kemudian, Umar bin Khattab minta izin untuk menemui Rasulullah SAW. Setelah menyampaikan maksud kedatangannya, Umar pun ikut pamit pergi dari rumah Nabi SAW. Setelah itu, giliran Utsman bin Affan yang ingin bertemu Rasulullah. Setelah memberi izin, Aisyah memperhatikan Suaminya itu yang kini mengubah posisi duduknya, sehingga betisnya yang tadinya tersingkap, menjadi tertutup. Menyaksikan Perihal tersebut, Aisyah pun bertanya
“Wahai Rasulullah, engkau tidak bersiap begitu (mengubah posisi) ketika kedatangan ayahku (Abu Bakar) dan Umar,”
Rasulullah SAW menjawab, “Utsman merupakan seseorang yang pemalu. Bila dia masuk, sedangkan aku masih berbaring, pasti dia malu untuk masuk dan akan cepat-cepat pulang, padahal dia belum menyelesaikan keperluannya. Wahai Aisyah, tidakkah aku patut malu kepada seseorang yang dimalui (disegani) oleh para malaikat?”
Disebutkan dalam riwayat lainnya, karena sifat pemalunya, Utsman bin Affan tidak pernah baca ayat yang pendek dalam Tahajud. Ketika ditanya, “Mengapa Engkau membaca ayat yang begitu pajang sekali?” Beliau pun menjawab “Saya malu memberikan sedikit kepada Allah”
Tutur kata yang indah
Beliau dikenal sebagai sosok lelaki yang pendiam, pemalu, itu artinya beliau hanya berbicara pada sesuatu yang bersifat mulia dan terbilang penting. Tak heran jika tutur kata beliau dikenal sangat indah bahasanya dan amat begitu bijak.
Abdurrahman bin Khatib pernah mengatakan, “Aku tidak pernah mendengar seorang sahabat Nabi SAW yang lebih indah bahasanya dan lebih bijak tutur katanya melebihi Utsman bin Affan”.
Utsman bin Affan sangat menjaga lisannya dari sesuatu yang berbahaya. Ia selalu berusaha untuk membuat orang-orang di sekelilingnya paham dengan tutur dan bahasa yang indah. ”
Dermawan
Utsman bin Affan telah dikenal kedermawanannya. Beliau dipercaya oleh Allah dalam menggenggam sepertiga dunia hingga kekayaannya kini masih bertahan sampai sekarang. Itulah mengapa sahabat Rasulullah SAW yang satu ini memiliki tabungan atas namanya sendiri di salah satu bank Saudi Arabia.
Dari tabungan tersebut, kini telah berdiri hotel bintang lima di area eksklusif dekat Masjid Nabawi dengan nama Hotel Usman bin Affan. Potensi kekayaannya dari hotel ini bisa mencapai Rp.150 Miliar lebih per tahun. Diketahui bahwa Tabungan tersebut adalah hasil pengembangan hartanya yang bersumber dari Sumur Bi’ru yang dulu Beliau beli dengan harga 38.000 dirham yang kemudian ia wakafkan untuk kepentingan umat Islam.
Namun selama hidupnya, Utsman menganggap dunia sebagai sesuatu yang paling rendah, dunia yang seolah olah sudah berada di tangannya tak pernah diizinkan masuk ke dalam relung hatinya. Karena baginya, dunia hanya berada di tangannya saja, bukan dalam hatinya.